Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

UPT Hujan Buatan BPPT Semai Garam untuk Isi Waduk PLTA Ir PM Noor

Air sudah menjadi kebutuhan pokok manusia. Air untuk pertanian dan energi listrik (PLTA) merupakan hal nyata di mana air sangat diperlukan. Namun, akibat musim kemarau yang berkepanjangan dapat merusak fungsi sebuah waduk sebagai pemasok kebutuhan air bagi tersedianya energi listrik dan pertanian.

 

Dengan fakta tersebut, maka diperlukan modifikasi cuaca untuk mengurangi tekanan kebutuhan air, sebagai salah satu upaya mitigasi bencana yang diakibatkan oleh anomali iklim atau musim.

 

 

Hal tersebut yang dilakukan oleh UPT Hujan Buatan BPPT yang bekerjasama dengan PT PLN (Persero) dalam hal Pekerjaan Jasa Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mengisi air di Waduk PLTA Ir PM Noor Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah Sektor Barito.

 

Kepala UPT Hujan Buatan BPPT, F. Heru Widodo mengatakan dalam melaksanakan TMC untuk pengisian waduk PLTA Ir PM Noor menggunakan Pesawat Cassa 212-200 milik PT Pelita Air Service, radar cuaca milik BMKG wilayah Kalimantan Selatan, serta sarana dan prasarana pendukung di Posko milik PT Angkasa Pura dan Lanud Syamsudin Noor.

 

"Pelaksanaan TMC untuk pengisian Waduk PLTA Ir PM Noor resmi dimulai pada hari ini, Senin 10 November 2014 dan rencananya akan berlangsunghingga akhir tahun 2014," kata Heru di acara Terbang Perdana Pekerjaan Jasa Teknologi Modifikasi Cuaca / Hujan Buatan Tahun 2014 di DAS PLTA Ir PM Noor PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah Sektor Barito Kerjasama BPPT dan PT PLN (Persero), di Pangkalan TNI AU Sjamsudin Noor, (10/11).

 

Heru menambahkan, diterbang perdana ini UPT Hujan Buatan BPPT menyemai 800 kilo gram garam di langit di sekitar Waduk PLTA Ir PM Noor. "Setiap hari kami melakukan terbang sekitar satu sampai tiga kali.
Kami juga sudah menyiapkan 60 ton garam semai untuk operasi pengisian Waduk PLTA Ir PM Noor," ujarnya.

 

 

Di tempat yang sama, Mursalim, General Manajer PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah mengungkapkan tujuan dari operasi TMC ini adalah untuk melakukan pengisian air yang sudah menipis di Waduk PLTA Ir PM Noor.

 

"Diwaktu normal Waduk PLTA ini bisa menghasilkan 140 Kwh per harinya. Namun akibat menipisnya air membuat Waduk PLTA hanya bisa menghasilkan 70-80 Kwh per hari. Apabila kondisi terus berlanjut, maka kedepannya bukan tidak mungkin Waduk PLTA tidak dapat beroperasi lagi dan semakin memperparah krisis listrik," ujar Mursalim.

 

Mursalim berharap agar BPPT bisa berhasil melakukan operasi TMC dengan menurunkan air hujan yang dapat memenuhi kebutuhan waduk, pertanian, perikanan dan kebutuhan masyarakat lainnya. "Mudah-mudahan penyemaian garam ini bisa menurunkan hujan di tempat-tempat yang sangat membutuhkan air," tutupnya. (Tw/SYRA/Humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id