• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Ini Dia Teknologi Untuk Pantau Potensi Curah Hujan DKI Jakarta

Tri Handoko Seto memaparkan sistem peringartan dini banjir Jakarta

Jakarta acapkali kedatangan bencana banjir kala musim hujan tiba. Faktor utama penyebabnya adalah curah hujan tinggi yang menghasilkan volume aliran dalam jumlah besar sehingga melebihi kapasitas tampung yang tersedia di permukaan. Sayangnya, langkah pencegahan banjir  kurang mendapat perhatian. Oleh karena itu, BPPT berinisiatif menggandeng BMKG melakukan observasi di bidang atmosfer untuk langkah antisipasi bencana banjir.

 

Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) BPPT bekerjasama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan melakukan kegiatan pengamatan atmosfer secara intensif atau Intensive Observation Period (IOP) selama periode puncak musim hujan, mulai dari 18 Januari-16 Februari 2016 untuk mengetahui cuaca ekstrim penyebab banjir di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

 

"Ada empat hal yang menjadi sasaran dari kegiatan ini. Pertama adalah untuk memahami kondisi atmosfer secara detil pada rentang waktu terjadinya curah hujan tinggi penyebab banjir di Jakarta. Kedua adalah untuk melakukan ujicoba sistem deteksi dini banjir Jakarta yang telah BPPT desain. Ketiga melakukan ujicoba monitoring banjir Jakarta dan terakhir adalah untuk melakukan ujicoba pengurangan curah hujan menggunakan Ground Particle Generator (GPG), ungkap PLH Kepala BBTMC BPPT, Jon Arifian,  dalam laporannya saat launching kegiatan IOP, Gedung Ir H. Soebagyo PUSPIPTEK Serpong, Selasa (19/06).

 

Menjelaskan lebih lanjut, Kepala Bidang Pengkajian dan Penerapan TMC, Tri Handoko Seto, menerangkan bahwa selama dalam kegiatan observasi akan dioperasikan beberapa alat, yakni mobile radar, radiosonde, radiometer, microrain radar dan AWS. "Mobile radar akan dioperasikan dari kawasan Geostech untuk mengamati pergerakan dan pertumbuhan awan hujan yang melintas di wilayah DKI Jakarta. Sedangkan radiosonde, radiometer, microrain radar, dan AWS akan ditempatkan di Stasiun Klimatologi BMKG Dramaga, Bogor," jelasnya. 

 

Ditambahkan Seto, pertengahan bulan Januari sampaki Februari adalah saat yang tepat untuk melakukan kegiatan pengamatan atmosfer karena memasuki puncak musim penghujan. "Sedini mungkin kita perlu ketahui potensi curah hujan. Dengan begitu kita dapat mendeteksi secara dini bahaya banjir. Apabila pemahaman sudah dapat, monitoringnya sudah ada, prediksinya akurat, maka deteksi dini pun dapat dilaksanakan," terangnya.

 

Ditempat yang sama, Kepala Puslitbang BMKG, Edvin Aldrian menyatakan apresiasinya terhadap kegiatan yang dilakukan BPPT. "BMKG sangat menyambut dan mendukung kegiatan TMC ini. hal ini dibuktikan dengan adanya kegiatan bersama yang dilakukan BPPT dan BMKG. Kami sangat berharap kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan dan ditingkatkan," pungkasnya. (Humas/HMP)

Lihat foto kegiatan di sini


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT