Tel: (021) 316 9534   Email: humas@bppt.go.id

Atasi Sampah, BPPT Rekomendasikan Pemusnahan Sampah Dengan Cara Thermal

 
Presiden RI Joko Widodo dalam rapat kabinet terbatas menekankan untuk segera menanggulangi masalah sampah di kota-kota besar, Ia meminta agar sampah bisa dikelola dengan baik menjadi sumber listrik, namun yang paling penting agar sampah bisa hilang dari kota besar di Indonesia.

BPPT sebagai badan pengkaji terap teknologi memandang teknologi yang paling tepat saat ini untuk mengatasi masalah sampah di kota besar Indonesia (darurat sampah) adalah dengan menggunakan teknologi proses thermal Incenerator, yang secara prinsip mampu mengurangi timbunan sampah dalam jumlah besar dan cepat. Hal ini diungkapkan Rudi Nugroho selaku Ketua Tim Lingkungan BPPT dalam acara Jumpa Pers Sampah Menjadi Listrik di Gedung BPPT, Thamrin, Jakarta (10/02).

Teknologi pengolahan sampah dengan menggunakan proses thermal Incenerator dipandang mampu mengurai 1000 ton sampah per hari hanya dalam waktu satu hingga dua jam saja, meminimalisir bau dari sampah, serta mampu mengkonversi hampir 70% panas yang dihasilkan menjadi energi listrik.

Energi yang dihasilkan dari teknologi proses thermal Incenerator hanyalah 30 KWh per ton, nilai tersebut relatif kecil dan tidak bisa dibandingkan langsung dengan pembangkit listrik berbahan bakar lainnya, seperti batu bara dan minyak. “Namun perlu diingat, fokus kita adalah memusnahkan sampah dalam jumlah masif (darurat sampah) di kota besar Indonesia secara cepat, dan teknologi yang paling tepat saat ini adalah thermal incenerator. Listrik itu bonusnya,” cetus Rudi.

BPPT, sebut Rudi mendukung kebijakan Presiden RI terkait pemanfaatan sampah menjadi listrik, dan siap mendampingi pemerintah, baik itu pemerintah pusat maupun daerah dalam memberi rekomendasi dan mengaplikasikan teknologi pengolahan sampah yang tepat sesuai karakter di daerah masing-masing.


Sistem Pengolahan Sampah

Perlu diketahui bahwa saat ini terdapat beberapa sistem pemanfaataan sampah menjadi energi yaitu proses bio dengan digester anaerobik atau pemanenan gas TPA (landfill) yang menghasilkan biogas yang juga dapat dimanfaatkan jadi energi listrik. Selanjutnya adalah proses thermal, yang terdiri dari tiga jenis yaitu combustion (insinerasi), gasifikasi dan pyrolisis yang energi panasnya dapat dimanfaatkan menjadi energi listrik. Rudi menuturkan bahwa kedua proses ini tentu mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

“Terkait dengan darurat sampah yang akar permasalahannya adalah meniadakan timbunan sampah dalam jangka waktu yang singkat, tentu proses bio dengan digester anaerobik atau pemanenan gas TPA (landfill) kurang efektif dan efisien karena masih menyisakan timbunan masa sampah dalam jumlah besar dan dalam jangka waktu yang panjang. Teknologi ini sudah dilakukan di beberapa TPA, yaitu antara lain di TPA Bantar Gebang (Bekasi), TPA Sukawinatan (Palembang), dan TPA Suwung (Denpasar) dengan cara memanen gas TPA,” ungkapnya.

Oleh karena itu sambungnya, dalam menyelesaikan permasalahan persampahan kota-kota besar di Indonesia, mau tidak mau harus menggunakan teknologi proses termal yang secara prinsip dapat meniadakan/mengurangi masa timbunan sampah dalam jumlah besar dan cepat.  “Perlu proses thermal, supaya timbunan limbah padat (sampah) dalam jumlah besar melalui proses thermal (panas) dapat diubah menjadi panas yang kemudian dikonversikan menjadi energi dalam bentuk energi listrik,” jelasnya.

Perlu diketahui, dari data yang dirangkum BPPT, Jakarta bisa menghasilkan sampah 6.500 ton sehari. Bisa dihitung, dari jumlah penduduk Jakarta dikalkulasikan satu orang menghasilkan sampah 0,6 kilogram per hari.

“Oleh karena itu yang terbaik adalah dengan cara thermal, karena yang menjadi prioritas utama adalah cara memusnahkan sampah, bukan menghasilkan listrik lebih banyak,” pungkasnya. (Humas/HMP)
FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 9534

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id