Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Rencana Area Labuh Yacht Belitung, BPPT Beri Hasil Studi Kelayakan

bppt.go.id -  Belitung - Dengan ditetapkannya Kabupaten Belitung sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) tahun 2011 lalu, menjadi peluang besar bagi Belitung untuk meningkatkan nilai wisata

 

Pelabuhan Tanjung Pandan Belitung, adalah satu dari 18 pelabuhan yang diberikan kemudahan dibidang kepelabuhan untuk proses keluar masuk kapal wisata atau yacht. Sementara Pelabuhan Tanjung Kelayang yang juga ada Belitung, merupakan salah satu dari 10 KSPN yang memperoleh percepatan pembangunan infrastruktur transportasi, listrik dan air bersih.

 

 

Merespon hal tersebut, sejak 2014 BPPT bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Belitung telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman,  untuk mendukung pembangunan daerah Kabupaten Belitung.

 

Menurut Dinar Catur Istiyanto, Perekayasa Teknik Pantai BPPT dari Balai Teknologi Infrastruktur Pelabuhan dan Dinamika Pantai, BPPT telah menuntaskan pra studi kelayakan pembangunan area labuh yacht pada 2015 yang lalu, dengan empat potensial lokasi yang ada di Kabupaten Belitung sebagai area studi.

 

"Ada empat lokasi yang kita jadikan studi. Pertama adalah Tanjung Kelayang, kedua Tanjung Binga, lalu Teluk Dalam dan terakhir Tanjung Pandan. Berdasarkan perhitungan dengan parameter utama seperti kondisi rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan infrastruktur pendukung, Tanjung Kelayang kami nilai sebagai lokasi yang paling cocok untuk dibangun area labuh yacht", papar Dinar dalam acara Fokus Grup Diskusi di Ruang Sidang Pemkab Belitung, Jumat (1/04)

 

Sementara, Asisten Deputi Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Kementerian Pariwisata, FX Teguh, menekankan bahwa penentuan daerah lokasi wisata harus dipertimbangan secara matang.

 

"Ada tiga aspek yang harus dipenuhi dalam menentukan destinasi wisata. Pertama adalah aspek atraksi yang menarik. Kedua aspek aksesibilitas yang memadai dan ketiga aspek amenitas. Ketiga aspek ini harus ada dalam suatu destinasi wisata", terangnya.

 

Ia menambahkan, setiap destinasi wisata juga harus memiliki event-event yang banyak, agar selalu dikunjungi wisatawan. "Contohnya di Tanjung Kelayang yang telah banyak disinggahi peserta Sail Indonesia. Apabila tidak ada Sail, harus diciptakan event-event lainnya, lebih bagus lagi event skala internasional", jelasnya. (Humas/HMP)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id