Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Kapal Riset Baruna Jaya BPPT Dukung KKP Lakukan Penelitian Karakteristik Biologi Perikanan

 

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerjasama dengan  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) siap melakukan kegiatan survei kelautan dalam program “Penelitian Karakteristik Biologi Perikanan.

 

Dikatakan Staf Ahli Deputi Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam BPPT, Yusuf Surrachman, kegiatan ini menggunakan Kapal Riset Baruna Jaya IV yang diawaki oleh Balai Teknologi Survei Kelautan (Teksurla BPPT).

 

“Kegiatan ini bertujuan untuk; Pertama adalah untuk mengestimasi berapa banyak ikan yang ada di laut serta ragam jenisnya. Kedua sebagai alat ukur estimasi berapa banyak ikan yang boleh diambil agar kelestarian sumberdaya ikan di laut tetap terjaga dengan optimal, atau sebagai odyssey to prosperity atau jalan bagi seluruh masyarakat menuju kemakmuran,” sebut Yusuf di anjungan KR Baruna Jaya IV.

 

Program Kajian Stok Nasional (PKSN) ini  lanjutnya, dilakukan dengan menggandeng Balai Penelitian Perikanan Laut KKP, yang akan melakukan “Penelitian Karakteristik Biologi Perikanan, Habitat Sumberdaya dan Potensi Sumberdaya Ikan Di WPP 711 (Selat Karimata Dan Laut Natuna).

 

“Kegiatan ini juga bermaksud untuk melakukan kajian guna peningkatan akurasi potensi dan tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan secara revolusioner di Indonesia. Selain itu, kajian ini juga dilakukan untuk memastikan ketersediaan ikan dan mencegah aktivitas penangkapan ikan berlebih (over fishing), serta  melakukan penghitungan stok ikan untuk mendapatkan angka estimasi jumlah dan jenis ikan yang ada di laut,” rincinya.

 

Di tempat yang sama, Kepala Balai Penelitian Perikanan Laut KKP, Fayakun mengatakan bahwa pihaknya memercayakan kegiatan ini kepada BPPT dengan alasan pengalaman dan kompetensi yang sudah dimiliki oleh awak Baruna Jaya.

 

 

“Sebagai mitra kami puas dengan pelayanan yg diberikan oleh Baruna Jaya. Kapal ini mampu melakukan troll sedalam 1000 meter, peralatannya lengkap, serta satu satunya yg punya kemampuan seperti ini,” ungkapnya.

 

Ditambahkan Fayakun bahwa program ini merupakan program prioritas pemerintah Indonesia.

 

“Program ini juga prioritas Bu Susi. Kenapa ke Natuna, karena di Laut Cina Selatan stok ikan menurun. Semoga survei ini dapat menghasilkan data akurat demi kemakmuran laut Indonesia,” tutupnya.

 

Sebagai informasi, Baruna Jaya IV BPPT ini akan bertolak dari pelabuhan Muara Baru Jakarta hari ini 2 November 2017. Direncanakan bahwa kegiatan ini akan dibagi dalam 2 Leg yakni; Leg 1 selama 10 hari, kemudian sandar di Batam 2 hari, dilanjutkan dengan Leg 2 selama 11 hari. Peralatan yang digunakan antara lain Bottom Trawl, Fish Finder EK 500 dan Plankton Net.

 

Personil dalam kegiatan ini melibatkan sejumlah peneliti, perekayasa, teknisi (15 orang),dan kru kapal (23 orang) dari Balai Teksurla - BPPT serta dari Balai Riset Perikanan Laut– KKP (17 orang).

 

 

 

 

 

 

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id