Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Revitalisasi Multi Beam Echo Sounder (MBES) Full Depth, KR. Baruna Jaya I BPPT, Berhasil Identifikasi Bangkai Kapal Bahuga

 

BPPT terus mendorong kehandalan peralatan survei kelautan dan kemaritiman armada Kapal Riset (KR) Baruna Jaya. Hal ini dilakukan untuk mendorong  aplikasi di berbagai bidang, seperti survei jalur kabel, jalur pipa, geohazard (penempatan buoy tsunami, kegempaan) dan geoteknik (pembangunan jembatan, infrastruktur di laut).
 
 
 
Dikatakan Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT, Muhammad Ilyas bahwa KR Baruna Jaya I telah berhasil menuntaskan misi Sea Acceptance Test (SAT) pada tanggal 26 sampai 29 November 2017 kemarin, yang bertolak dari Dermaga Galangan PT. SMI di Cilegon, Jawa Barat. Pada misi ini disebutnya, KR Baruna Jaya I dibekali peralatan survei kelautan terkini, yakni alat bernama Multibeam Echosounder (MBES) Deep Sea untuk survei pemetaan (bathymetri) laut dalam.
 
 
"Revitalisasi KR Baruna Jaya I ini yang dulu aktif terlibat dan memiliki peran penting kala Operasi SAR pencarian pesawat Air Asia QZ 8501, pada Tahun 2014-2015 ini dapat memberi kontribusi besar dalam percepatan pembangunan Indonesia di sektor kelautan. Khususnya dalam mendukung cita-cita Indonesia menjadi poros maritim dunia," jelasnya di Kantor BPPT, Jakarta, (6/12/2017).
 
 
 
Ditemui terpisah, Kepala Program Revitalisasi KR Baruna Jaya I, Agus Sudaryanto mengutarakan bahwa tim telah berhasil melakukan pengujian sistem MBES di Samudera Hindia sebelah Barat Sumatra melalui misi Sea Acceptance Test (SAT) bersama tim pabrikan Teledyne.  
 
 
 
SAT atau biasa disebut sea trial ini dilakukan pada cakupan area mulai dari Selat Sunda sampai Samudera Hindia dengan kedalaman laut dari 20 meter di Selat Sunda sampai kedalaman 2000 meteran di Samudera Hindia.
 
 
 
 
Pada misi ini diurai Agus, membuktikan bahwa  hasil uji sistem MBES dan akuisisi data multibeam yang bagus, dimana alat MBES berfungsi sesuai spesifikasi dan mampu memetakan profil kedalaman laut dangkal sampai laut dalam dng akurasi yang sangat tinggi.
 
 
 
"Hasil kalibrasi roll 0.45 derajat, Picth 0.2 dan Tae 1.45 derajat, pada kedalaman 2000 m mampu memberikan coverage 11000 m sesuai spek.  Selain itu, sistem ini juga berhasil memberikan profile yang bagus dalam memverifikasi bangkai kapal di dasar laut dari KM. Bahuga Jaya yang tenggelam di perairan Selat Sunda, sekitar 5 mil menuju pelabuhan Bakauheni pada tanggal 26 September 2012," rincinya.
 
 
Revitalisasi KR Baruna Jaya I
 
 
Pada sea trial yang dipimpin langsung oleh Kepala Insinyur (Chief Engineer) Kegiatan Pengkajian dan Penerapan Teknologi  Survei Kelautan, Djunaedi Muljawan diungkap olehnya bahwa rangkaian proses pembaruan sekaligus pengujian multibeam echosounder KR Baruna Jaya I, merupakan realisasi proyek revitalisasi kapal-kapal riset BPPT tahun 2017. 
 
 
Terkait pemasangan multibeam echosounder inipun, BPPT bekerjasama dengan PT. Satya selaku pemenang tender, PT. Jasmin Adi Sentosa selaku Agen Teledyne di Indonesia,  PT. SAMUDERA MARINE INDONESIA (SMI) sebagai penyedia fasilitas galangan kapal dan TELEDYNE TECHNOLOGIES, DENMARK sebagai pemilik teknologi multibeam echosounder ini. Pemasangan berlangsung selama 3 minggu, dimulai tanggal 1 November sampai 23 November 2017 digalangan PT. SMI.
 
 
Revitalisasi peralatan survei kelautan KR. Baruna Jaya I ini merupakan salah satu strategi pemerintah yang diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 sebagai bagian dari peningkatan kapasitas layanan perekayasaan dan teknologi untuk peningkatan dukungan iptek bagi daya saing sektor produksi. Khususnya mendukung kebijakan Percepatan Pengembangan Ekonomi Kelautan melalui berbagai survei untuk Inventarisasi dan Evaluasi Potensi Sumber Daya Kelautan maupun Pengembangan Tol Laut untuk mendukung konektivitas nasional.
 
 
Dengan revitalisasi peralatan survei termasuk sistem MBES full depth untuk pemetaan dasar laut sampai kedalaman 11 kilometer pada KR. Baruna Jaya I  ini merupakan langkah awal untuk membuat KR. Baruna Jaya I BPPT sebagai kapal survei penelitian multi guna baik untuk survei hidro-oseanografi maupun pemetaan laut dalam. Dengan telah berfungsinya sistem MBES full depth di KR. Baruna Jaya I ini, maka meneguhkan KR. Baruna Jaya I sebagai kapal riset satu-satunya di Indonesia yang mampu melakukan pemetaan dasar laut sampai kedalaman 11.000 m (11 Kilometer). Potensi penggunaannya seperti untuk survei penentuan jalur kabel, jalur pipa, penempatan buoy gempa dan tsunami, survei geoteknik untuk pembangunan jembatan dan infrastruktur di laut, dan berbagai pemanfaatan lainnya, seperti membantu pemetaan jalur kapal di pelabuhan, studi geodinamik di Samuderq, dan pencarian sumber migas di dasar laut, Karena itu, dengan telah berfungsinya sistem MBES revitalisasi pd KR. Baruna Jaya I ini maka pengoperasiannya diharapkan dapat membantu berbagai pihak, baik perguruan tinggi, institusi pemerintah maupun swasta. BPPT antara lain akan membantu Badan Informasi Geospasial (BIG) dalam memetakan lingkungan laut nasional, terutama laut dalam. 
 
 
 
BPPT juga dapat terus terlibat dalam Pengembangan Konektivitas Palapa Ring Timur untuk pemilihan dan penentuan jalur kabel bawah laut. Selama pengoperasiannya sejak 27 tahun lalu, Baruna Jaya I telah dipergunakan melaksanakan survei kelautan dan perikanan, selama ini BPPT juga mengoperasikan Baruna Jaya II, III, dan IV. (Humas/HMP)
FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id