Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

BPPT Paparkan Layanan Teknologi Modifikasi Cuaca Ke Pemangku Kepentingan

 

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengundang 36 mitra pengguna jasa layanan teknologi modifikasi cuaca baik dari pemerintahan dan swasta dalam acara Partner Gathering 2018: Inovasi dan Peningkatan Kualitas Layanan Teknologi Modifikasi Cuaca di Ruang Komisi 1,2 dan 3 Gedung BPPT, Thamrin, Jakarta, (15/05).

 

Kepala BPPT Unggul Priyanto mengungkapkan perkembangan teknologi modifikasi cuaca (TMC) saat ini sudah banyak dikenal luas, bahkan kepercayaan masyarakat terhadap teknologi ini, yang dulu kerap disebut dengan hujan buatan, semakin meningkat.

 

“Saya ingat, tahun 2012, saat Jakarta dilanda bencana banjir, ada wacana untuk menghalau hujan dengan cara menembak dan menyemai awan, sehingga hujan bisa turun di daerah Banten dan Selat Sunda. Ini menandakan masyarakat percaya akan kehandalan dari TMC,” terang Unggul.

 

Dalam sambutannya, Unggul menambahkan, mitra dari Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT (BBTMC) selaku penyedia layanan juga semakin beragam. “Dulu TMC hanya digunakan untuk mengisi waduk, namun lambat laun mulai digunakan untuk penanganan dan pencegahan kebakaran hutan. Belakangan ini TMC sudah dimanfaatkan untuk pengamanan acara agar tidak turun hujan, sebut saja Gelaran Sea Games 2011 di Palembang dan acara kenegaraan lainnya. Dengan begitu TMC sudah mampu menyaingi pawang hujan,” terangnya.

 

“Ke depan mungkin sudah bisa dipikirkan teknologi yang lebih efektif dalam modifikasi cuaca. Teknologi roket untuk menyemai hujan bisa menjadi opsi, tidak hanya ditembakkan dari darat namun juga bisa dari pesawat untuk mencapai awan yang mempunyai potensi tinggi untuk menghasilkan hujan,” tutup Kepala BPPT sebelum membuka acara.

 

Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam BPPT (TPSA) Hammam Riza menjelaskan, bahwa Partner Gathering 2018 ini bertujuan untuk mensosialisasikan kepada seluruh mitra BBTMC  mengenai kegiatan selama tahun 2017 dan menyampaikan hasil penelitian dan pengembangan teknologi terbaru yang telah dicapai.

 

“Pada intinya Partner Gathering 2018 ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat mitra BBTMC, karena mitra kami sangat spesifik sekali segmennya, dan sudah lama sekali tidak berkumpul. Semoga dengan adanya acara ini, kami bisa mengetahui kebutuhan terkini dari mitra, dan BPPT bisa mempersiapkan teknologinya,” harap Hammam.

 

Sementara itu Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dody Ruswandi, wakil dari pihak mitra, berterimakasih atas dukungan dan sinerginya selama ini, baik itu dalam penanggulangan banjir, kebakaran hutan dan lahan, serta kegiatan strategis lainnya.

 

Pengalaman menarik bagi Sestama BNPB selama bekerja sama dengan BPPT yaitu ketika operasi menurunkan hujan di Riau pada tahun 2014. “Saat itu kemarau cukup panjang, dan alhamdulillah setelah operasi semai awan akhirnya hujan turun. Ucapan pertama kali yang saya dengar dari warga yaitu, hebat sekali BPPT, hujan buatan ini persis dengan aslinya,ucap Dody disambut gelak tawa peserta.

 

“Kepercayaan publik serta Pimpinan di daerah terhadap TMC semakin tinggi, bisa dikatakan ketergantungan. Mereka menganggap operasi udara tanpa TMC, seperti ada yang kurang lengkap. Kurang percaya diri apabila tidak disertai dengan TMC,” pungkas Sestama BNPB.

 

Partner Gathering 2018 dihadiri oleh BNPB, BPBD Provinsi DKI Jakarta, Kota Bogor, Riau, Kalimantan Barat, LAPAN, BMKG, Perum Jasa Tirta I dan II, PT Bearu Coal, PT BIB, PT KPP, dan pihak akademisi Universitas Palangka Raya serta Universitas Tanjungpura. (Humas/HMP)

 

 

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id