Tel: (021) 316 8200   EMail: humas@bppt.go.id

Saatnya Teknologi Menjadi Pilar untuk Menjaga Lingkungan Hidup Lestari

 

SIARAN PERS No. 20/HMP/HMS/HKH/VI/2018

 

Hari ini, 5 Juni 2018  diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day. Mengawal pada Tahun 1972, pun ditetapkan oleh Majelis Umum PBB, Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini diperingati, demi meningkatkan kesadaran global akan pentingnya menjaga lingkungan secara positif bagi perlindungan alam dan planet Bumi.

 

Menanggapi Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Deputi Bidang TPSA BPPT, Hammam Riza menuturkan bahwa komitmen dalam menjaga lingkungan hidup dapat diterjemahkan sebagai "Hanya Satu Bumi". Menurutnya, Hari Lingkungan Hidup ini dimaknai dengan komitmen dan aksi nyata untuk terus menjaga lingkungan hidup.

 

“Kami di Deputi TPSA memiliki semboyan atau Tagar Hanya Satu Bumi. Ini memiliki arti kita tidak hanya menjaga lingkungan, tapi juga memanfaatkan semua yang ada di bumi ini demi kemaslahatan umat manusia,” tegasnya di Kantor BPPT, Jakarta (5/6/2018).

 

Deputi TPSA lalu mengatakan, kunci penting agar pemanfaatan potensi sumberdaya alam dan pelestarian Bumi dapat seimbang, adalah dengan menerapkan inovasi teknologi. Hammam lantas mengungkap, hingga kini pemanfaatan sumberdaya alam di tanah air, masih kurang memerhatikan aspek lingkungan.

 

“Bisa kita lihat dalam keseharian, pencemaran terhadap lingkungan seakan menjadi hal yang biasa saja. Pembuangan limbah industri ke sungai, penambangan ilegal menggunakan bahan beracun dan pembakaran lahan, juga masih terjadi di beberapa wilayah. Hal ini perlu ditanggulangi, salah satunya dengan penerapan teknologi,” ujarnya.

 

Lebih lanjut dirinci Deputi TPSA bahwa pihaknya memiliki inovasi dan layanan teknologi yang dapat diterapkan demi pelestarian lingkungan. Seperti pengembangan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang efisien, mudah, dan murah pengoperasiannya dengan kualitas air hasil olahan yang memenuhi baku mutu lingkungan.

 

“Inovasi tersebut tak hanya dilakukan di gedung-gedung milik BPPT sendiri namun telah juga dipakai oleh beberapa industri di Jabodetabek dan di perkantoran. Selain itu BPPT bersama Pemprov DKI Jakarta telah melakukan ground breaking pilot project pengolahan sampah proses termal di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang. Pembangunan pilot project PLTSa di TPST Bantar Gebang  ini mempunyai kapasitas 50 ton per hari, dengan hasil listrik 400 Kw,” paparnya.

 

Terkait penambangan emas skala kecil (PESK), dalam hal ini penggunaan merkuri pada tambang emas rakyat, disampaikan oleh Deputi TPSA bahwa pihaknya berupaya keras mengkaji terap teknologi yang aman dan handal, sesuai instruksi Presiden RI Joko Widodo tentang penghentian penggunaan merkuri dalam kegiatan penambangan emas.

 

“Kami tengah terapkan pilot plant pengolahan emas bebas merkuri di Desa Lebak Situ, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak dan mengerjakan detail engineering desain di Kulon Progo, DIY. Pengolahan ini akan menjadi contoh untuk diterapkan secara nasional, agar tidak ada lagi pengolahan emas yang menggunakan merkuri,” terangnya.

 

Sebagai solusi penyediaan air bersih, BPPT imbuhnya, terus berupaya menghadirkan solusi atas permasalahan ketersediaan air minum yang layak dan bersih di Indonesia, dengan kaji terap Teknologi Biofiltrasi dan Ultrafiltrasi.

 

"Teknologi ini dapat meningkatkan kualitas air baku yang tercemar limbah domestik, untuk  selanjutnya diolah menjadi air siap minum. Semoga teknologi ini dapat menjadi solusi permasalahan ketersediaan air minum yang layak dan bersih secara nasional,” harapnya.

 

Hammam lantas kembali mengingatkan bahwa teknologi BPPT inipun membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar diterapkan secara optimal. Bersama Kemenkomar dan KLHK misalnya kami mempersiapkan solusi teknologi untuk pengelolaan sampah plastik dan elektronik (e-waste).

 

Selain itu partisipasi dan peran serta masyarakat sebutnya, adalah syarat utama dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.

 

"Mungkin aksi nyata kita bersama dapat diawali dengan menjalankan prinsip Reduce, reuse, recycle. Kurangi sampah, Gunakan Kembali serta Daur Ulang sampah,” pungkasnya.

 

Sebagai informasi Tahun ini, Hari Lingkungan Hidup Sedunia mengusung tema yang bernama “Connect with Nature” dan akan dirayakan di Kanada. “Connect with Nature” memiliki misi untuk mengajak penduduk bumi berinteraksi dengan alam, mengenali, dan menikmati keindahan alam sehingga tergeraklah keinginan untuk melindungi bumi. (HumasHMP)

 

CP: Biro Hukum Kerjasama dan Humas BPPT

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 8200

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id