• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Kunjungi Posko Hujan Buatan, Kepala BPPT Pantau Karhutla Riau

 

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza pantau langsung Posko Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca untuk Karhutla Riau di Lanud Rusmin Noerjadin Pekanbaru, Riau, Kamis (15/08/2019).

 
Dikatakan Kepala BPPT bahwa pihaknya terus berfokus melakukan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di provinsi Riau ini, yang digawangi oleh Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) BPPT, guna memadamkan titik api akibat kebakaran hutan dan lahan.

 
Hammam juga menuturkan bahwa beberapa saat lalu, Presiden RI Joko Widodo saat memberikan pengarahan kepada peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Karhutla Tahun 2019 di Istana Negara, pekan lalu, meminta agar hotspot yang tersebar di banyak daerah, mulai dari Riau hingga beberapa Provinsi rawan karhutla lain di Sumatera dan Kalimantan itu segera dipadamkan.

 
"Tim BBTMC BPPT sudah melakukan operasi di Riau ini selama lebih dari 120 hari. Hasilnya saya lihat tren nya positif ya. Titik api terus berkurang. Data terakhir di Posko menunjukkan titik api saat ini berhasil dikurangi," ungkapnya di Posko operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) BPPT, Pekanbaru, Riau, Kamis (15/08/2019).

Dirinci oleh Hammam lebih lanjut bahwa selama pelaksanaan Operasi TMC atau Hujan Buatan inipun, pihaknya telah melakukan sebanyak seratus tiga kali penerbangan. "Kami telah melakukan setatus tiga sorti penerbangan yang menjangkau seluruh wilayah Provinsi Riau," Hasilnya pun dapat dilihat bahwa hujan berhasil diturunkan, sehingga titik api terus berkurang. 


Hammam lalu menuturkan bahwa berkurangnya titik api ini juga merupakan hasil sinergi yang positif antar pemangku kepentingan. "Kami disinipun terus berkoordinasi dengan pihak BNPB, BMKG, TNI serta pemangku kepentingan lainnya yang terkait," katanya.

Lebih lanjut Hammam menyebut bahwa BPPT juga terus berkoordinasi dalam melakukan langkah pencegahan agar hotspot tidak meluas. BPPT juga terus menguatkan upaya pencegahan karhutla, mitigasi bencana hidrometrologi.


"Tidak sekedar fire fighting, operasi teknologi modifikasi cuaca harus diperhitungkan sebagai kegiatan yang berdampak ekonomi, memperhitungkan keselamatan dan kesehatan masyarakat akibat kabut asap," jelasnya. Hal paling penting lainnya menurut Hammam adalah edukasi kepada masyarakat, agar tidak lagi membakar lahan.

 
"Saya rasa masyarakat juga perlu diikutsertakan dalam upaya mencegah Karhutla terjadi kedepan, mereka harus mendapatkan sosialisasi terkait cara membuka lahan tanpa membakar, serta betapa pentingnya menjaga hutan dan lahan," pungkasnya. (Humas/HMP)

 

 


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT