• 021 316 9457
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Deputi TPSA BPPT Paparkan Inovasi KSA di Seminar Nasional Official Statistics 2019

 

BPPT paparkan inovasi Kerangka Sampel Area (KSA) dalam acara Seminar Nasional Offcial Statistics 2019 dengan tema “Pengembangan Official Statistics dalam Mendukung Implementasi Sustainable Development Goals” yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) di Jakarta, Selasa (24/09).

 

Inovasi KSA BPPT dipaparkan oleh Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam (TPSA), Yudi Anantasena, yang pada jabatan sebelumnya bertanggung jawab langsung dalam penerapan KSA untuk memperbaiki data produktivitas produksi padi secara nasional. Metode perhitungan ini juga telah diamanatkan dalam Rapat Terbatas Kebijakan Pangan pada tanggal 27 Januari 2016 lalu, dimana Presiden RI meminta adanya langkah yang valid, dalam hal sistem data dan informasi pertanian.

 

“Pada acara ini kami akan bagikan pengalaman saat menerapkan inovasi KSA di banyak wilayah, dimana BPPT telah bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengimplementasikan metode ini sejak Januari 2018 dalam rangka memperbaiki data produktivitas padi secara nasional,” ujar Deputi Yudi membuka paparan.

 

Deputi Yudi pun menjelaskan inovasi KSA BPPT merupakan metode penghitungan luas panen dengan metode statistik spasial, dan dilakukan dengan pengamatan langsung di titik-titk yang sama pada setiap 7 hari di akhir bulan.

 

“Jadi KSA bukan metode remote sensing, tetapi merupakan kumpulan data yang diperoleh dari sample ground check di lapangan, sehingga kita mengetahui data yang ada di lokasi tersebut, dan kemudian di foto untuk menjadi library data. Terakhir, petugas lapangan memasukkan ke dalam sistem yaitu sistem aplikasi berbasis Android yang mengunci kordinat sampel lahan sawah, sehingga lebih akurat lagi,” detilnya.

 

Lebih lanjut Deputi Kepala BPPT Bidang TPSA menjelaskan mengenai konsep dan implementasi dari KSA sebagai metode baru untuk mendapatkan data luasan fase tumbuh padi yang lebih obyektif dan juga menjelaskan konsep sistem turunan lainnya yang dapat diimplementasikan.

 

“Data dari hasil metode KSA ini dapat dikembangkan lebih lanjut, diantaranya identifikasi fase tumbuh padi berdasarkan machine learning pattern recognition, identifikasi sebaran lahan pertanian berdasarkan data citra SENTINEL-1A, dan berdasarkan referensi pola fase tumbuh padi yang dihasilkan oleh KSA” sebutnya.

 

KSA sebut Yudi, pada tahun 2017 lalu seluruh pulau Jawa sudah dilakukan pengambilan data melalui metode KSA, kemudian tahun 2018 sudah dilaksanakan di seluruh Indonesia.

 

“Semoga Metode KSA dapat digunakan secara berkesinambungan selama beberapa tahun kedepan, dan digunakan sebagai alat bantu dalam mendefinisikan kebijakan-kebijakan untuk antisipasi jumlah cadangan beras nasional,” harap Deputi Yudi.

 

Sebagai informasi seminar ini dibuka oleh Dr. Suhariyanto (Kepala Badan Pusat Statistik) dan sekaligus sebagai keynote speaker. BPPT diundang sebagai salah satu invited speaker dalam seminar panel, bersama dengan Prof. Nicholas Longford (Imperial College London) dan Mr. Siim Esko (Positium, Estonia) dengan tema bahasan penggunaan official statistics dan potensi dan peluang penggunaan big data dalam bidang ketahanan pangan dalam framework SDG. (Humas/HMP)

 

 

 

 


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 14
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9457
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2020 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT