• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Dorong Pembangunan Nasional, BPPT Kementerian PUPR Sepakat Jalin Kerjasama

 

 

BPPT terus berupaya mendorong pembangunan nasional dengan menerapkan teknologi yang nyata dibutuhkan di negeri ini. Salah satunya melalui peningkatan ekonomi berbasis inovasi teknologi.

 

Hal tersebut tertuang dalam penandatanganan MoU antara BPPT dengan  Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tentang Inovasi dan Pemanfaatan Teknologi Infrastruktur Bidang Cipta Karya, di Jakarta (04/02).

 

Secara detil kesepakatan ini mencakup pemanfaatan teknologi infrastruktur pengembangan kawasan permukiman, pembinaan penataan bangunan, pengembangan sistem penyediaan air minum, pengembangan sistem pengelolaan air limbah domestik, dan drainase lingkungan serta persampahan.

 

Kepala BPPT Hammam Riza usai penandatanganan mengatakan ini adalah langkah awal kita bersama melakukan inovasi, dan memanfaatkan teknologi di bidang infrastruktur, khususnya di bidang air bersih siap minum, pengolahan limbah dan sanitasi.

 

“BPPT sebagai lembaga kaji terap teknologi sangat mendukung kerjasama ini, terlebih ini untuk kepentingan masyarakat Indonesia,” ujar Hammam.

 

Hammam Riza juga berterima kasih kepada Ditjen Cipta Karya yang telah membantu bagi tersedianya peralatan untuk pre-treatment sampah di pilot project PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) Bantargebang bekerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta.

 

“Peralatan pre-treatment sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas bahan bakar sampah sehingga meningkatkan efisiensi pembakaran sampah di PLTSa Merah Putih Bantargebang,” paparnya.

 

Dirinya berharap dengan kesepakatan bersama ini akan mendorong penerapan teknologi pengolahan sampah proses termal yang akan diterapkan di Kawasan Pariwisata Strategis Nasional terpilih lainnya.

 

“Kami sangat mendukung, PLTSa Merah Putih BPPT dijadikan contoh, bahkan diduplikasi di daerah lain yang membutuhkan. Karena teknologi ini sudah proven dalam memusnahkan sampah secara cepat, bahkan menghasilkan bonus listrik,” detil Kepala BPPT.

 

Hammam Riza berharap semoga ini menjadi awal yg baik untuk dapat ditingkatkan dan dipeluas di bidang kerjasama lainnya seperti penerapan teknologi untuk penyediaan air bersih, pengolahan limbah domestik maupun teknologi monitoring secara real time dan lain sebagainya.

 

“Kami yakin dengan kerjasama ini dimana Kementerian PUPR sebagai leading sector dan BPPT harus bisa mendayagunakan teknologi agar bisa dipakai bagi para pemangku kepentingan serta stakeholder untuk kepentingan nasional,” ucap Hammam.

 

Sementara, Direktur Jendral Cipta Karya  Kementerian PUPR Danis Hidayat Sumadilaga menyambut baik kerjasama ini yang juga sebagai payung hukum dan sangat mendukung BPPT dengan inovasinya.

 

Menurut Danis, masih banyaknya kebutuhan air bersih diberbagai daerah terutama air bersih untuk minum selain itu juga masih banyaknya kebutuhan akan santinasi serta kebutuhan akan pengolahan sampah.

 

“Dengan inovasi Arsinum dan teknologi pengolahan sampah yang ada di BPPT semoga dapat segera diterapkan dan berguna memenuhi kebutuhan masyarakat,” ungkap Danis.

 

Kementerian PUPR kata Danis, mendapatkan tugas menyediakan air bersih dan sanitasi guna kebutuhan di daerah yang tidak ada airnya. 

 

“Kami sudah mengidentifikasi daerah tersebut seperti di Pulau Nipah dan pulau-pulau lain. Terima kasih kepada BPPT atas dukungan teknologi semoga dapat berguna bagi masyarakat,” pungkas Danis. (Humas/HMP)

 

Tag:

TPSA, PTL, Pengolahan Limbah, Hammam Riza, Kementerian PUPR, Danis H. Sumadilaga


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung B.J. Habibie Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2020 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT