• 021 316 9534
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

HYPERSPECTRAL REMOTE SENSING: TEKNOLOGI PENDUKUNG KETAHANAN PANGAN

Beras merupakan makanan pokok bagi sebagian besar negara Asia, termasuk Indonesia. Sebagai makanan pokok, pemenuhan kebutuhan beras bagi penduduk Indonesia mendapat perhatian khusus, karena hal ini menyangkut masalah stabilitas sosial, ekonomi dan politik. Segala daya upaya harus di siapkan oleh pemerintah dari semua lini terkait secara sinergi untuk mengupayakan stabilitas pemenuhan kebutuhan pokok akan pangan, mulai dari kebijakan pemerintah, payung hukum, kontrol sarana produksi pertanian dipasar, asistensi teknik, teknik estimasi produksi, distribusi panen, sampai pada kontrol harga jual di pasar.

Pengembangan sistem pertanian yang sesuai dengan tuntutan era informasi dan komunikasi global, menuntut penyediaan informasi sumberdaya pertanian yang cepat, akurat, terkini, dan obyektif-kuantitatif. Oleh sebab itu sistem informasi lahan dan pertanian yang didukung oleh teknologi penginderaan jauh (remote sensing) dimanfaatkan untuk mengatasi permasalahan ketahanan pangan nasional yang ditinjau dari perspektif kemajuan IPTEK dibidang teknologi penginderaan jauh.

‚Pusat TISDA BPPT merupakan perintis pembangunan industri jasa pengindraan jauh di Indonesia. Sesuai tugas pokok dan fungsi BPPT dalam melaksanakan pengkajian dan penerapan teknologi untuk mendukung pembangunan nasional, teknologi Hiperspektral (hyperspectral remote sensing technology) dipilih sebagai salah satu teknologi lanjutan (frontier) dari teknologi Multispektral untuk diuji-kaji, dikembangkan dan selanjutnya diaplikasikan di Indonesia terkait dalam memberikan solusi terhadap permasalahan yang kompleks di masyarakat‚, ungkap Direktur Pusat Teknologi Inventarisasi Sumber Daya Alam (PTISDA), M. Sadly saat diwawancari diruang kerjanya (11/05).

Lebih lanjut Sadly menjelaskan bahwa Teknologi Hiperspektral termasuk suatu paradigma baru dalam dunia penginderaan jauh yang pemanfaatannya jauh lebih besar dibandingkan dengan teknologi sebelumnya. Salah satunya adalah dalam klasifikasi tanaman padi, dapat dilakukan lebih detil dan mampu membedakan jenis tanaman padi serta kondisinya lebih baik dan rinci dibanding dengan menggunakan foto udara dan sistem multispektral yang selama ini digunakan.

Teknologi Hiperspektral merupakan teknologi alternatif untuk memberikan solusi kepada pemerintah untuk mengetahui seberapa besar produktifitas petani dari hasil panen. ‚Karena selama ini pemerintah tidak mempunyai data yang akurat dalam menentukan perhitungan produksi beras nasional, akibatnya, sering kebijakan pemerintah menjadi salah‚, komentarnya.

‚Setelah mengetahui seberapa besar produktivitas, lalu dihitung evaluasi ekonominya, apakah petani bisa sejahtera atau tidak, sehingga kita juga dapat memberikan rekomendasi kepada pemerintah, untuk menghitung jasa lingkungan yang pemerintah harus hitung dengan anggaran negara sehingga petani lebih sejahtera‚ tambahnya.

Dalam perkembangan teknologi hiperspektral yang terkini, menunjukkan bahwa teknik untuk menentukan kanal yang optimal atau yang paling sensitif telah mengalami kemajuan yang cukup signifikan yang dikaitkan dengan karakteristik biofisik, fisiologi dan biokimia tanaman. Dengan demikian, pemantauan kondisi (setiap fase pertumbuhan) dari tanaman padi dapat dilakukan dengan baik dan terukur, sehingga akan memudahkan dalam mengestimasi produktivitas tanaman padi sebelum panen. Setelah informasi diperoleh, maka dilakukan diseminasi ke pengguna.

Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir teknologi ‚hyperspectral remote sensing‚ telah berkembang pesat di negara-negara maju dan juga negara yang mempunyai iklim monsoon seperti Jepang, Korea, maupun Cina. Sebagai negeri yang berbasis pada sektor pertanian, Indonesia, teknologi ini sangat menjanjikan untuk dimanfaatkan untuk membantu krisis informasi seputar pangan, atau bisa juga dikatakan krusial untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.

Kerjasama pihak lain

BPPT telah melakukan kerjasama dengan beberapa institusi riset di luar negeri dalam bidang teknologi hiperspektral dan melakukan penandatangan MoU dengan Earth Remote Sensing Data Analysis Center (ERSDAC) Jepang dalam kegiatan kerjasama ‚Research Project of Hyperspectral Technology for Agricultural Application in Indonesia (HyperSRI Project)‚, tujuan utamanya mengkaji, mengembangkan metode/algoritma untuk memantau pertumbuhan tanaman padi, serta membangun model prediksi produksi padi.

BPPT juga bekerjasama dengan institusi di dalam negeri, seperti: LAPAN, Pusat Data dan Informasi Departemen Pertanian, Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Masyarakat Penginderaan Jauh Indonesia (MAPIN) serta dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu dan Subang yang dipilih sebagai lokasi kegiatan.

‚Kerjasama BPPT dengan institusi dalam negeri maupun luar negeri dalam pengkajian, pemanfaatan dan pengembangan teknologi hyperspectral remote sensing diharapkan dapat dilaksanakan secepat mungkin, sehingga pemanfaatannya di Indonesia dapat segera dilaksanakan, terutama dalam memberi solusi nyata terhadap permasalahan sumberdaya alam (mulai dari kehutanan, pertanian, kelautan, dan lainnya), khususnya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional‚, ungkapnya. (KYRA/humas)


Hubungi Kami
Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340
(021) 316 9534
(021) 398 38729
humas@bppt.go.id
bppt.go.id

© 2019 Designed by Pusat Manajemen Informasi & Biro Hukum, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat - BPPT