Tel: (021) 316 9534   Email: humas@bppt.go.id

FORMULA STRATEGIS KURANGI RESIKO LONGSOR BERBASIS KEMAMPUAN DAERAH

Pusat Teknologi Pengelolaan Sumberdaya Lahan, Wilayah dan Mitigasi Bencana (PTMB) BPPT, bekerjasama dengan Pusat Studi Bencana, Pusat Studi Bencana Alam Universitas Gadjah Mada (PSBA UGM), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan World Bank mengadakan Workshop Penguatan Kemampuan Daerah Dalam Pengurangan Risiko Bencana Tanah Longsor di Indonesia, di Hotel Phoenix, Yogyakarta.

Maksud diadakannya workshop tersebut adalah untuk memformulasikan langkah strategis dalam pengurangan risiko bencana tanah longsor yang berbasis pada kemampuan daerah, baik kemampuan kelembagaan tingkat daerah atau Pemerintah Daerah, aparatur pemerintah, LSM dan masyarakat daerah.

Kepala PSBA UGM, Junun Sartohadi secara resmi membuka workshop yang berlangsung selama dua hari tersebut (5-6/08). Deputi Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam BPPT Ridwan Djamaluddin, berkesempatan hadir sebagai keynote speaker dalam workshop yang diikuti oleh 150 peserta dari Pemerintah Daerah, Universitas, LSM, dan masyarakat.

Hari pertama dari workshop diisi dengan paparan tentang tanah longsor yang dibawakan langsung oleh para ahli dari masing-masing bidang, Banyak hal yang menjadi topik pembahasan dalam workshop tersebut. Heru Sri Naryanto dari BPPT misalnya, Ia menyoroti tentang rekayasa teknologi untuk pengurangan risiko bencana tanah longsor. Lain halnya dengan Kepala Pusat Volkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, Surono yang membahas tentang strategi mitigasi bencana geologis yang dilakukan PVMBG melalui percepatan penerbitan Peta Zona Kerentanan dan Risiko Tanah longsor.

Pentingnya informasi risiko bencana tanah longsor dalam tata ruang dan pengurangan risiko bencana di Indonesia, serta strategi Pemda dalam mendukung program relokasi dan kisah sukses penanggulangan bencana tanah longsor berbasis masyarakat di Kabupaten Kulonprogo, juga turut menjadi topik yang diperbincangkan dalam workshop tersebut.

‚Bencana dan risiko bencana bersifat dinamis, satu bencana dapat memicu terjadinya bencana lainnya. Untuk itu upaya mitigasi dan pengurangan risiko harus terus menerus dilakukan pada semua tahapan‚, kata Direktur PTMB BPPT, Isman Justanto saat membacakan ringkasan workshop, sekaligus menutup secara resmi workshop.

Dikatakannya, pemetaan wilayah, identifikasi bahaya, identifikasi elemen berisiko, pengkajian tingkat kerentanan dan analisis risiko merupakan tahapan kegiatan yang bersifat siklis perlu terus ditingkatkan bagi upaya penurunan risiko bencana.

Adapun rekomendasi yang dihasilkan dari workshop diantaranya adalah perlu dibangunnya koalisi PRB longsor, dimana daerah sebagai intinya, mengintegrasikan program mitigasi longsor kedalam kegiatan pembangunan regular serta perlu dikembangkan sistem peringatan dini mulai dari level individu hingga level masyarakat. (HSN/ptmb/humas)

FacebookTwitterLinkedin

Tweet Terbaru

Teknologi Untuk Kejayaan Bangsa

Hubungi Kami

 Bagian Humas
Gedung BPPT II Lantai 15
Jl. M.H Thamrin No. 8 Jakarta Pusat DKI Jakarta 10340

  Tel: (021) 316 9534

  Fax: (021) 398 38729

  Web: bppt.go.id